Bantuan Pemprov Tak Kunjung Cair, Perangkat Desa Dicurigai Warga

Muntok — Belum cairnya bantuan Rp. 600 ribu untuk tiga bulan yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada masyarakat terdampak Covid – 19 menjadi polemik di Kabupaten Bangka Barat.

” Ada satu yang menjadi polemik, BLT Provinsi yang nggak turun – turun sampai sekarang. Ini keluhan masyarakat semua ini ya di desa – desa menyampaikan ke Bupati. BLT Provinsi ini janjinya 600 ribu tiga bulan. Ternyata nggak turun,” ujar Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., saat menerima beberapa perwakilan warga Desa Air Putih di Ruang Rapat Setda Pemkab Bangka Barat, Senin ( 15/6/2020 ) pagi.

Markus mengatakan, akibat belum cairnya bantuan tersebut, perangkat desa terutama Kades menjadi sasaran kecurigaan masyarakat, padahal kenyataannya bantuan tersebut memang belum cair.

” Saya nggak nyalahkan Kades, saya kasihan juga dengan Kades. Masyarakat nanya Kades, BLT Provinsi nggak turun – turun, sampai sekarang,” ujar Bupati.

Dikatakan Markus, dirinya telah berkirim surat kepada Gubernur Pemprov Babel, Erzaldi Rosman menanyakan hal tersebut. Selain Gubernur, Markus juga sempat menanyakannya kepada anggota DPRD Provinsi dan Kepala Dinas Sosial Pemprov Babel.

” Saya sudah menyurati sebelum lebaran ke Gubernur nanya itu, bahkan ke anggota DPRD Provinsi pun saya pertanyakan, mana janji Provinsi yang mau bantu 6000 ribu tiga bulan ini. Data sudah kita sampaikan, apa lagi yang jadi alasan,” tukasnya.

Menurut Markus, polemik yang muncul salah satunya dipicu karena ada sebagian warga yang didaftarkan sebagai penerima manfaat bantuan Pemprov tersebut, tapi karena tak kunjung cair hal itu menjadi pertanyaan warga yang merasa belum mendapatkan bantuan apa pun.

” Karena BLT Provinsi nggak turun ada kecurigaaan masyarakat. Mereka sampaikan ke saya, karena nggak turun ada yang menganggap uang sudah turun tapi tidak dicairkan. Saya bilang nggak, memang tidak ada. BLT Provinsi sampai saat ini tidak ada. Saya anggap belum jelas kapan cairnya BLT Provinsi ini. Bisa saja ini yang dipersoalkan masyarakat. Kasihan sama perangkat desa mereka dicurigai,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: