Bangka Barat Lanjut PPKM Level 4 Sampai Tanggal 9 Agustus

HEADLINE, KESEHATAN136 Dilihat

Muntok — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4 di Kabupaten Bangka Barat kembali diperpanjang selama satu minggu ke depan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma mengatakan, pihaknya telah menerima Instruksi Mendagri Nomor 28 Tahun 2021 sebagai dasar pelaksanaan PPKM level 4 jilid 2.

” Inmendagri Nomor 28 Tahun 2021 kami terima sekitar pukul 21.00 WIB semalam. PPKM diperpanjang sampai tanggal 9 Agustus. Disitu masih tetap disebutkan tiga kabupaten/kota sebelumnya. Bangka Barat, Belitung dan Belitung Timur. Kalau aturannya tetap sama tidak ada yang berbeda dan tidak ada penyekatan, sementara ini belum dibahas tentang penyekatan,” jelas Putra di ruang kerjanya, Selasa ( 3/8 ).

Putra menerangkan, pada PPKM level 4 satu minggu sebelumnya, kasus kematian tercatat sebanyak 12 orang. Sedangkan total angka kasus pasien terkonfirmasi positif berjumlah 433 orang.

Persentase pasien yang sembuh atau selesai masa isolasi yakni sebesar 68 persen. Hal itu sebabkan masih ada pasien positif yang belum selesai masa karantinanya.

” Iya 68 persen karena waktunya masih berjalan, belum sampai masa 10 harinya belum selesai, masih ada yang belum sembuh,” katanya.

Kendala yang dihadapi Satgas Covid Bangka Barat dalam upaya menekan tingginya angka terkonfirmasi positif selama PPKM menurut Putra adalah tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M dalam interaksi sosial masih kurang.

” Karena kasus yang berkembang itu dia lebih dominan ke interaksi sosial di dalam keluarga inti,” ujarnya.

Putra mengatakan, dalam kapasitas yang menjadi tanggung jawab masyarakat, pihaknya hanya bisa mengimbau dan mengingatkan, seperti kepatuhan masyarakat memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lain – lain.

” 5M itu mutlak menjadi tanggung jawab individu. Itu pemerintah nggak bisa intervensi. Artinya pemerintah hanya mengingatkan mari pakai masker, taat prokes, mengingatkan terus. Tapi yang melaksanakan individu masing – masing,” katanya.

Sementara hal yang menjadi kapasitas Pemerintah adalah berupaya meningkatkan testing dan tracking serta BOR rumah sakit.

Sejauh ini pihaknya telah menyiapkan 100 bed atau tempat tidur yang siap digunakan bagi pasien bergejala sedang dan berat.

” Untuk testing dari tanggal 26 Juli sampai 1 Agustus, jumlahnya sebanyak 1.625. Pembagiannya, 1.266 antigen dan 532 PCR. Ada beberapa faskes yang belum melapor jadi mungkin angkanya diatas itu. Harapan kita kalau 305 ( test ) per hari itu bisa sekitar 2.200 atau 2.300 per minggu. Jadi satu minggu itu harusnya sekitar 2.100 keatas baru dia ideal,” papar Putra. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *