BANGKA BARAT– Dalam kegiatan Jumat Berantas Jentik ( Jumantik) di Kelurahan Keranggan, PMI Bangka Barat bersama Puskesmas Mentok dan Kelurahan Keranggan mengajak pelajar untuk terlibat langsung memberantas sarang nyamuk, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan menyasar lingkungan RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 Kelurahan Keranggan.
Kegiatan tersebut melibatkan Lurah Keranggan beserta jajaran, kader kesehatan, Puskesmas Mentok, anggota PMI Bangka Barat serta anggota PMR dan UKS SMP Negeri 1.
Berbeda dari sekadar kegiatan edukasi di dalam kelas, para pelajar diajak turun langsung bersama petugas dan kader ke lingkungan masyarakat untuk melihat dan mempelajari bagaimana pemantauan jentik dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono mengatakan, keterlibatan PMR dan UKS dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak mengenai pentingnya pencegahan penyakit yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Melalui kegiatan Jumat Basmi Jentik ini, kami ingin mengajak adik-adik PMR dan UKS untuk tidak hanya mendapatkan edukasi tentang pencegahan DBD, tetapi juga turun langsung ke lapangan dan melihat bagaimana upaya pemberantasan sarang nyamuk dilakukan bersama masyarakat,”kata Yovita.
Menurut Yovita, kewaspadaan terhadap DBD perlu terus dijaga. Kondisi cuaca panas dan kemarau juga tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap keberadaan tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
PMI Bangka Barat ingin menjadikan keterlibatan PMR dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan.
Setelah mendapatkan pengalaman di lapangan, para pelajar diharapkan dapat menjadi Duta Jumantik di sekolahnya dan mengajak teman-teman mereka untuk turut melakukan pemantauan jentik, setidaknya dimulai dari rumah masing-masing.
“Bayangkan jika setiap anak terbiasa memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk di rumahnya sendiri. Dari satu anak, kita bisa menjangkau satu keluarga. Jika gerakan ini dilakukan bersama-sama, akan semakin banyak rumah dan lingkungan yang ikut terjaga,” imbuh Yovita.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan maupun pemerintah.
“Anak-anak jangan hanya kita tempatkan sebagai penerima edukasi. Mereka juga bisa menjadi agen perubahan. Kebiasaan sederhana yang mereka pelajari hari ini dapat dibawa pulang ke rumah, dibagikan kepada keluarga, dan ditularkan kepada teman-temannya di sekolah,” tambahnya.
PMI Kabupaten Bangka Barat menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Mentok yang telah membuka ruang bagi PMI serta anggota PMR dan UKS untuk ikut terlibat dalam kegiatan Jumat Basmi Jentik tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Mentok yang telah memberikan kesempatan dan menerima kami bersama adik-adik PMR dan UKS untuk ikut serta dalam program ini. Terima kasih juga kepada Lurah Kranggan beserta jajaran dan para kader yang hari ini bersama-sama turun ke masyarakat. Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Yovita.
Ke depan, PMI Kabupaten Bangka Barat berencana untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan Jumat Basmi Jentik dengan mengajak anggota PMR dari sekolah yang berbeda secara bergantian.
Dengan pola tersebut, semakin banyak pelajar diharapkan mendapatkan pengalaman langsung sebagai Jumantik dan kemudian membawa gerakan tersebut ke lingkungan sekolah serta keluarga masing-masing.
PMI berharap keterlibatan PMR dalam kegiatan ini dapat berkembang menjadi sebuah gerakan sederhana namun luas: setiap pelajar menjadi juru pemantau jentik bagi rumahnya sendiri.
“Hari ini mereka belajar menjadi Jumantik. Besok, mereka yang mengajak lebih banyak orang untuk ikut menjaga. Karena mencegah DBD bisa dimulai dari satu rumah, satu anak, dan satu kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tutup Yovita.
Sementara itu Lurah Keranggan Abdillah mengatakan, kegiatan Jumantik di kelurahannya telah berjalan selama tiga bulan.
Tujuan kegiatan untuk mencegah dan memberi edukasi ke masyarakat Kelurahan Keranggan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah DBD.
“Kami berterima kasih ke Puskesmas Mentok dan PMI Bangka Barat atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan di Kelurahan Keranggan,” ucap Abdillah. ( * )































