Polisi Terus Selidiki Tabrakan Beruntun Maut di Desa Bulin Tewaskan 1 Korban

HEADLINE, Peristiwa523 Dilihat

BANGKA BARAT — Polisi masih menyelidiki kasus tabrakan beruntun tiga mobil yang terjadi di Jalan Raya Pangkalpinang–Mentok, tepatnya di depan Rumah Makan Tiga Saudara, Dusun Simpang Bulin, Kecamatan Kelapa, Kamis ( 31/7 ) kemarin.

Polres Bangka Barat telah melaksanakan kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebagai langkah awal penanganan kasus.

Olah TKP dimulai pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bangka Barat AKP Ramos Gapita Siregar bersama Unit Gakkum Satlantas.

Kegiatan ini melibatkan pendataan saksi, dokumentasi posisi kendaraan, serta pengumpulan barang bukti dari lokasi kejadian.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui PS. Kasi Humas IPTU Yos Sudarso mengatakan, olah TKP menjadi tahapan penting dalam mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan yang melibatkan tiga mobil yaitu truk Mitsubishi Canter bermuatan BBM, mobil Isuzu ELF dan Ford Ranger.

“Olah TKP kami laksanakan secara menyeluruh untuk merekonstruksi kejadian dan mendapatkan gambaran teknis yang akurat. Ini adalah langkah awal dalam proses penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab utama kecelakaan,”ucap Yos, Jum’at ( 1/8 ).

Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda.

Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para pengemudi, saksi-saksi di lapangan, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Penanganan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai prosedur.

“Kami tegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” sambung Yos.

Polres Bangka Barat mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama di jalur utama dengan tingkat kepadatan tinggi seperti ruas Pangkalpinang – Mentok. ( Red )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *