DPK Bangka Barat Gelar Pelatihan Penulisan Berbasis Budaya Lokal

BANGKA BARAT — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan penulisan berbasis konten budaya lokal di Gedung Perpusda Bangka Barat di Kecamatan Mentok, Senin ( 5/5/2025 ).

Kepala DKP Bangka Barat Farouk Yohansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan antara lain agar semakin banyak warga yang memiliki keberanian untuk menulis.

“Sebagai langkah awal, kami memberikan pelatihan kepada 60 orang, mereka adalah para pelajar, pegiat literasi dan umum dari beberapa kecamatan,” kata Farouk Yohansyah.

Menurut Farouk kegiatan ini digelar
dengan dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

“Kita mendapatkan DAK ini berdasarkan penilaian kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kepercayaan menggelar kegiatan tersebut,” ucap dia.

Farouk berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, agar bisa menghasilkan pendatang-pendatang baru yang akan berkiprah meramaikan dunia penulisan dan tulisan-tulisan baru yang berkualitas.

Dia menambahkan, setelah pelatihan digelar akan dilanjutkan dengan penulisan buku antologi dan dari para peserta itu nanti akan didorong untuk menghasilkan kreativitas dalam menulis, yaitu menghasilkan produk buku, baik buku perorangan atau secara kelompok.

“Kami ingin kegiatan ini ada produk dalam bentuk buku yang berisi eksplorasi kearifan budaya lokal, pelatihan ini sebagai fondasi para peserta untuk menggali dan mengeksplorasi berbagai sumber yang ada di sekitar mereka untuk kemudian diolah menjadi produk buku,” katanya.

Buku-buku yang dihasilkan akan dijadikan koleksi perpustakaan daerah dan diregistrasi ke Perpustakaan Nasional.

Lanjut Farouk, dari kegiatan pelatihan penulisan berbasis konten budaya lokal ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas menulis, terutama bagi penulis pemula, sekaligus meningkatkan jumlah penulis kreatif agar dapat membantu melestarikan kearifan lokal.

Ada banyak budaya lokal yang bisa dijadikan bahan tulisan, seperti cerita rakyat, tradisi, ritus, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, permainan tradisional, kuliner dan objek kebudayaan lainnya. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *