Petani Mapur Minta PT GPL Komit Pegang Hasil Audiensi

BANGKA, HEADLINE1474 Dilihat

BANGKA — Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka Handera, meminta pihak PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) untuk tetap komit menjaga hasil audiensi yang digelar bersama masyarakat beberapa waktu lalu, terkait harga buah dan grading, sawit.

Handera mengatakan, audiensi tersebut terakhir digelar pada, Senin (12/6/2023), lalu, dengan kehadiran sejumlah perwakilan pihak, baik dari perusahaan terkait maupun masyarakat petani serta pihak desa.

Menurutnya, dengan adanya audiensi yang digelar beberapa waktu lalu, para petani berharap pihak perusahaan dapat menjaga komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

“Pada awal tahun 2020 lalu, kita sudah sepakat sama mereka pihak perusahaan. Salah satu point-nya, yaitu masalah harga buah dan grading. Kita hanya minta pihak perusahaan memegang komitmen aja. Artinya, mereka bersedia, terus menerima pasokan buah (sawit) kami,” kata Handera di Riau Silip, Senin ( 26/6 ).

Dikatakannya, dari hasil bertani sawit, para petani pihak perusahaan dapat terlebih dahulu mementingkan menerima hasil tani masyarakat sekitar.

Karena bukan tidak mungkin petani sangat dirugikan apabila hasil panen mereka tidak terjual dengan semestinya.

“Sempat terjadi, buah 20 kilogram 30 kilo itu dipulangin semua. Kalau 5 kilo ke bawah itu memang tidak diterima, karena sesuai perjanjian. Kami berharap, sesuai SOP sajalah,” ungkapnya.

“Tapi sekarang mereka sudah kembali menerima. Kami minta, mereka komitmenlah. Jaga hasil audiensinya, ke depan,” sambungnya.

Handera berharap, ke depannya kejadian seperti itu tidak lagi terjadi. Para petani, ingin PT GPL sebagai satu di antara pabrik terdekat dari pemukiman mereka tersebut dapat mementingkan hajat hidup masyarakat.

“Sekarang, sudah normal. Tapi, kami berharap ke depannya, pihak pabrik dapat menerima secara continue,” ucapnya.

Sementara itu, pihak perusahaan yang diwakili Manager Humas PT GPL, Supri mengatakan, pihaknya akan berusaha menjaga hasil audiensi bersama masyarakat, terkait distribusi buah.

“Udah gak ada masalah ya. Saling dipahami. Jadi, SOP GPL jadi apa yang diterapkan itu, ya sudah dipahami oleh para pengepulnya. Intinya, gak ada masalah,” terangnya.

Supri mengungkapkan, sepanjang saling memahami hasil audiensi dan kesepakatan, pihaknya juga akan terus menjaga komitmen dengan sebaik-baiknya.

“Sepanjang saling supportlah. Kita akan berusaha sebaiknya,” tegas Supri.

Dihubungi terpisah, Camat Riausilip, Firmansyah, meminta sejumlah pihak dapat terus menjalin silaturahmi yang baik.

Firman berharap, mengenai hasil audiensi yang telah disepakati itu, menjadi awal terciptanya hubungan baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat petani setempat.

“Saling jaga saja. Semua pihak. Baik, pihak PT dengan masyarakat. Nanti, kita coba konfirmasi ke pihak PT juga, untuk selanjutnya,” kata Firman.

Ia juga menginginkan, kejadian serupa tidak terjadi ke depannya. Camat meminta pihak PT GPL harus tetap terbuka bagi Poktan sekitar dalam hal distribusi buah.

“Harus komit. Hasilnya seperti apa, jaga komitmennya. Nanti kami tekankan juga ke pihak perusahaan. Nanti kami adakan pertemuan lah,” pungkasnya. ( Ram )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *