Muntok — Persahabatan yang kental antara Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming dengan mantan Kapolres, AKBP Agus Siswanto sudah bukan rahasia lagi. Di setiap kegiatan kedua orang tersebut kerap terlihat bersama, bahkan di lokasi bencana alam maupun saat penanganan Covid – 19.
Kepergian Agus Siswanto meninggalkan Bangka Barat membuat Bong Ming Ming merasa kehilangan. Di moment kenal pamit dengan Agus Siswanto di Rumah Dinas Bupati, Selasa ( 12/7 ), Bong Ming Ming memberikan pedang kesayangannya kepada AKBP Agus Siswanto sebagai cinderamata.
Saat penyerahan, Bong Ming Ming melakukan atraksi mengiris lengan Agus Siswanto, sebelum menyarungkan pedang tersebut dan menyerahkannya.
AKBP Agus Siswanto menyadari, pedang tersebut merupakan barang milik Bong Ming Ming yang sangat berharga namun ia dipercaya oleh Wabup untuk memilikinya.
” Barang itu sangat berharga bagi Pak Wakil Bupati, artinya dia percaya kepada saya untuk memegangnya,” kata AKBP Agus Siswanto, di Rumdin Bupati di Muntok, Selasa (12/7 ).
Kedekatan Agus dengan Forkopimda serta masyarakat Bangka Barat membuat ia sangat berat untuk pergi, apalagi sinergisitas yang telah terjalin cukup solid dan kompak selama ini, terutama dengan Wabup.
” Sedih rasanya, pemimpin daerah sudah solid dan sinergi kita baik, tapi mau bagaimana lagi,” ucap Agus.
Sementara itu Bong Ming Ming mengatakan pedang tersebut ia berikan kepada orang yang paling ia sayang.
Menurutnya, pedang itu sengaja ia pesan di suatu tempat. Bahannya pun berupa baja yang diambil dari negara Turki dan dipesan khusus buat Agus karena mantan Kapolres itu adalah orang yang khusus.
Wabup mengungkapkan filosofi pedang yang tajam di atas. Ia minta kepada Agus sebagai Aparat Penegak Hukum, bahwa hukum jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, tapi dua matanya harus tajam baik ke atas maupun ke bawah.
“Jadilah sebagai Agus Siswanto yang saya kenal. Dan kami sangat berharap beliau segera menjadi pemimpin yang lebih baik, saya merasakan kehilangan,” cetus Bong Ming Ming. ( SK )
Kasih Pedang Untuk Agus, Bong Ming Ming Minta Hukum tidak Tumpul ke Atas






























