Ini Hasil Olah TKP Laka Fuso Gilas Pelajar oleh Sat Lantas Polres Babar

Simpang Teritip — Keterangan para saksi pada kecelakaan maut di ruas Jalan Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip sedikit berbeda dengan hasil olah TKP yang dilakukan personel Sat Lantas Polres Bangka Barat.

Menurut Kasat Lantas Polres Bangka Barat, IPTU R.T.A. Sianturi, pengemudi sepeda motor Honda Supra Nopol BN 5300 DZ, ternyata tidak ikut terjatuh, bahkan sepeda motornya berhasil lolos di sela – sela dua mobil. Namun penumpang yang ia bonceng terjatuh karena menyenggol bagian belakang mobil.

” Ia menyenggol, motornya nggak jatuh, boncengan (penumpang) yang terjatuh dimana kaki kirinya terkena body belakang mobil sehingga ia terjatuh. Setelah terjatuh langsung ditabrak oleh ban belakang mobil truk box dari arah yang berlawanan,” terang Sianturi via telepon, Selasa ( 1/3 ).

Namun Sianturi mengatakan, untuk keperluan penyelidikan, pengemudi mobil Brio dan truk Fuso masih ditahan untuk dimintai keterangan. Sementara itu, PR, rekan almarhumah NA tidak ditahan karena masih dibawah umur.

” Kita mintai keterangan untuk penyelidikan, nanti akan kita BAP setelah itu suruh pulang, pengendara motor karena masih dibawah umur kita kembalikan dulu kepada orang tuanya, karena dibawah umur kita tidak bisa melakukan penahanan,” terang dia.

Diberitakan sebelumnya, NA ( 17 ) seorang siswi SLTA tewas seketika akibat tergilas truk Fuso bermuatan wortel, di ruas jalan Pangkalpinang – Muntok, tepatnya di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Selasa ( 1/3 ).

NA meninggal dunia di TKP dalam lakalantas yang melibatkan tiga kendaraan.

Menurut para saksi di TKP, peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada pukul 06.50 WIB. Dua pelajar, PR dan NA, keduanya warga Kecamatan Kelapa, hendak berangkat sekolah ke SMAN 1 Simpang Teritip mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol BN 5300 DZ.

Sepeda motor yang dikemudikan PR itu melaju dari arah Pangkalpinang menuju Muntok. Namun saat hendak menyalip mobil Honda Brio Nopol BN 1962 QB di depannya, sepeda motor mereka menyenggol bagian belakang mobil berwarna merah tersebut.

Detik selanjutnya, akibat senggolan tersebut PR kehilangan kendali, sepeda motornya pun oleng dan mereka terjatuh ke jalan. Di saat yang sama muncul truk Fuso bermuatan wortel yang dikemudikan Robi tidak dapat menghindar dan menggilas tubuh NA.

” Korban itu mau motong mobil tapi tau – taunya kesenggol, lalu terpelanting ke tengah. Mobil dari Muntok langsung aja, tadi ada dua orang jadi satu meninggal dunia satunya selamat,” ujar saksi mata di TKP, Dirman (70).

Di lain pihak, Eko Rialdi sang pengemudi Brio saat ditemui di Polsek Simpang Teritip mengaku dirinya sudah menyalakan lampu sign sebelum masuk tikungan, sebab di depannya ada kendaraan lain, apalagi di ruas jalan tersebut memang dilarang untuk mendahului.

“Jadi kondisi di depan itu ada mobil lalu kondisinya tikungan, saya sudah kasih lampu sign, tiba – tiba di belakang ada nabrak liat spion ada yang jatuh. Untuk jalannya kan itu tikungan garis lurus, jadi udah otomatis nggak boleh nyusul,” ucap Eko Rialdi.

Sementara itu berdasarkan pengakuan Sahlan, pengemudi Fuso, ia tidak sempat lagi menghindar karena tubuh NA sudah masuk ke kolong truknya sehingga gadis malang itu pun tergilas roda belakang.

” Nggak tahu, jadi pas masuk tikungan, sudah masuk ke kolong jadi kena ban belakang, nggak sempat menghindari lagi lah, kalau dia keliatan dari depan mungkin bisa lah kita langsung rem tapi ini nggak keliatan,” ujarnya. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *