BANGKA BARAT — Dipimpin Sekretaris Daerah Muhammad Soleh, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar
upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-177 di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Senin (20/10/2025) pagi.
Upacara tersebut turut dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negeri (ASN) Bangka Barat, guru hingga pelajar sekolah yang ada di Kecamatan Mentok.
Sekda Muhammad Soleh membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
Soleh mengatakan, saat ini masyarakat sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
Soleh mengatakan, pada 117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan.
“Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing, bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri,” ujar Soleh.
Namun lanjut dia kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup.
“la menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita,” kata Sekda.
Soleh meminta masyarakat turut menjaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah.
“Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” cetusnya.
Soleh melanjutkan, Harkitnas dirayakan untuk memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, pemerintah mengajak masyarakat menelaah sisi sejarah di balik peringatan tersebut.
Pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahir perkumpulan Boedi Oetomo sebagai hari bangkitnya nasionalisme Indonesia. ( Red )






























