Tidak Ada Titik Terang, Pencarian Jatmiko Dihentikan

Muntok — Memasuki hari ketujuh pencarian ABK KMP Jembatan Musi 1 yang hilang di perairan Tanjung Kalian, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Tim Basarnas Bangka Belitung memutuskan untuk menghentikan operasi SAR.

Hal itu diungkapkan Komandan Tim Lapangan Basarnas Babel, Maradi, saat ditemui di Tanjung Kalian, Minggu ( 26/9 ).

” Berdasarkan perintah dari Kakansar Pangkalpinang Bapak Fazzli, S.AP. diteruskan kepada saya dan Tim, operasi SAR kita tutup, tapi kita lanjutkan dengan cara pemantauan, diteruskan ke srop srop stasiun radio pelabuhan untuk dimapelkan ke kapal – kapal atau nelayan yang melintas di perairan Tanjung Kalian Muntok,” kata Maradi.

Dikatakan Maradi, sejauh ini pencarian tidak membuahkan hasil, tim tidak menemukan titik terang keberadaan Jatmiko, Masinis 1 KMP Jembatan Musi 1 yang hilang sejak Senin ( 20/9 ) lalu.

” Untuk hasil masih nihil. Kita sudah melakukan pencarian dan penyisiran sesuai dengan SOP kita melalui Sarmap kita dari Basarnas Pusat sudah kita lakukan secara berkala, cuman hasilnya masih tetap nihil. Kita perluas sampai ke radius 5 nautical mile dari LKP,” paparnya.

Menurut Maradi, pencarian dengan penyelaman tidak memungkinkan. Selain pertimbangan arus laut yang kencang, juga kondisi dermaga pelabuhan yang dipenuhi teritip – teritip tajam dianggap terlalu berisiko bagi penyelam itu sendiri.

Dia menambahkan, pihak keluarga Jatmiko diwakili owner KMP Jembatan Musi 1 rencananya akan datang ke Muntok dan akan berangkat dari Palembang pukul 15.00 WIB. Menurut Maradi, pihak keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan bila Jatmiko memang tidak dapat ditemukan.

” Mereka sudah menerima dan mengikhlaskan. Untuk selanjutnya kita serahkan kepada mereka mau tabur bunga atau upacara gimana kan, tapi kita siap untuk mengawal terus,” ujar Maradi.

” Kita mengucapkan terima kasih untuk unsur – unsur yang terlibat di lapangan kita sudah lakukan secara maksimal. Posal Muntok, Direktorat Airud, Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, PMI Bangka Barat, Laskar Sekaban dan masyarakat nelayan sekitar,” ucapnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *