Sembilan Pelajar Diciduk Satpol PP Saat Bolos Sekolah

Duta Radio – Sat Pol PP Bangka Barat menjaring sembilan pelajar yang bolos sekolah pada Rabu ( 11/10/2017 ).
Kesembilan pelajar tersebut dijaring di dua tempat, di warung kopi dan tempat rental game Play Station.
Menurut Kabid Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Pol PP Bangka Barat, Erza Fistiawan razia tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut sosialisasi Kasat Pol PP mengenai Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.
” Ini merupakan razia pelajar pertama yang kami lakukan sepanjang tahun 2017, sebagai tindak lanjut sosialisasi Kasat Pol PP mengenai Perda Nomor 7 Tahun 2015. Tentang Ketertiban Umum yang dilaksanakan di sekolah – sekolah dengan menjadi pembina upacara setiap Senin di sekolah – sekolah,” jelas¬† Erza mewakili Kasat Pol PP Bangka Barat di Kantor Pol PP, Rabu ( 11/10 ).
Erza melanjutkan, pihaknya akan rutin melakukan razia pelajar agar dapat meminimalisir angka para pelajar yang keluyuran saat jam – jam belajar.
Dari kesembilan pelajar yang diciduk tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan handphone milik mereka  oleh Sat Pol PP, ditemukan video porno di dalamnya.
” Ada dua handphone pelajar ini yang ada video porno di dalamnya,” kata Erza.
Sanksi yang akan dikenakan terhadap para pelajar tersebut, dikatakan Erza, pihaknya akan memberikan efek jera berupa push up, hormat bendera dan akan memanggil pihak sekolah dan orang tua para siswa agar lebih intens membina dan mengawasi anak – anak tersebut.
” Kami akan memanggil pihak sekolah dan orang tua, agar lebih intens lagi membina dan membimbing anak – anak mereka khususnya pengawasan,” tandas dia.
Di lain pihak, Kepala Sekolah SMK Bina Karya Muntok yang siswanya terjaring razia oleh Sat Pol PP, Endang mengatakan, pihak sekolah kecolongan. Ia akan memberikan sanksi kepada anak didiknya.
” Kami akan memberikan sanksi dan berharap siswa – siswa tersebut jera keluyuran di jam – jam sekolah,” tegasnya. ( SK ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *