Muntok — Sasaran pembangunan lima tahun ( 2021 – 2026 ) Kabupaten Bangka Barat yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ) adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Bangka Barat Muhammad Soleh, dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus Daerah ( DPD ) Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) periode 2022 – 2027, di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat, Sabtu ( 26/11/2022 ).
Menurut Sekda, terdapat dua sasaran penting yang dibidik dalam peningkatan kualitas kesehatan yang termuat dalam RPJM. Pertama, menurunkan angka stunting. Kedua, meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bagaimana kita dengan upaya kita kebersamaan berbagai unsur masyarakat kita dan stakeholder yang ada, kita dapat mengurangi stunting kita,” kata Soleh.
Menurut dia, saat ini stunting di Bangka Barat mendekati 20% ke atas. Sedangkan di tahun 2024 mendatang, pemerintah pusat menargetkan angka stunting sudah turun ke angka di bawah 7%.
Hal itu kata Soleh menjadi tantangan yang berat bagi semua pihak, khususnya tenaga kesehatan di Bangka Barat untuk mengejar target tersebut.
“Kita ketahui bahwa stunting di Kabupaten Bangka Barat mendekati 20% ke atas. Dan target pemerintah pusat tahun 2024 itu telah di bawah 7%. Ini memang tantangan kita semua dan ini tidak mudah. Inilah peran kita semua khususnya di bidang kesehatan,” ujar Soleh.
Sementara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurut Sekda adalah bagaimana meningkatkan harapan hidup. Hal ini pun membutuhkan peran aktif semua pihak, terutama unsur – unsur kesehatan.
“Memang tugas ini cukup berat tapi Insya Allah dengan koordinasi kita semuanya saya yakin akan berjalan dengan baik,” harapnya. ( SK )
Sekda: Angka Stunting di Bangka Barat Mendekati 20% ke Atas






























