BANGKA — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agung Setiawan menggelar reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di jalan Bawean Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Jum’at (15/5/2026).
Pada reses kali ini Agung membahas mengenai harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang di Bangka Belitung.
“Itu semuanya tergantung dari semua yang termasuk stakeholder termasuk juga di provinsi. Orang-orang yang terlibat di dalam ya seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ada asosiasi pengusahanya, asosiasi petani dan terakhir Dinas Perkebunan di Kabupaten Bangka,” jelasnya.
“Ini lengkap semua DPRD jadi pengawasan jadi harga-harga TBS yang kita plot di ditingkat pabrik. Tentu ini dijalankan di tingkat lapangan dengan berbagai harga,” sambungnya.
Maka katanya, mulai harga ke petani khususnya memang di perusahaan maupun soal plasma sampai hari ini tidak ada masalah karena telah mengikuti perusahaan.
“Tapi yang ada masalahnya di petani kita ya kan sebab harga dihitung. Dari pengepul yang ada harga sangat turun maka ada harga di pabrik kelapa sawit harus serius menangani harga,” cetusnya.
Sehingga kata dia, harganya bisa benar-benar dilaksanakan sesuai dengan standar yang dikeluarkan pemerintah. Ada perhitungan mulai dari CPO harga sawit dunia dihitung semuanya akhirnya keluar lah sebuah harga usia tanam tumbuh 3 sampai 9 tahun.
“Angka-angka yang muncul itulah para petani bisa menjual sekian harganya. Maka kita harapkan kepada pengepul bermainnya yang rapilah,” tutupnya. ( * )
Reses Agung Setiawan Bahas Harga TBS di Bangka Belitung






























