BANGKA BELITUNG — Setelah mengalami lonjakan permintaan beberapa pekan terakhir, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bahwa distribusi dan pasokan gas LPG kilogram berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, mengatakan, Pertamina senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Dia meminta, pemerintah daerah, pemerintah kota/kabupaten, Hiswana Migas hingga Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memantau penyaluran LPG 3 kilogram tepat sasaran dan harga jual yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
“Sebagai perusahaan yang diberikan penugasan oleh pemerintah untuk menyalurkan LPG 3 kg, Pertamina Patra Niaga berkomitmen dan berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat menerima LPG Subsidi sesuai dengan haknya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET,” jelas Nikho.
Nikho menambahkan, untuk menjaga ketersediaan gas bagi masyarakat, Pertamina telah menambah pasokan gas LPG 3 kg dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying, serta menyiapkan build up stock dan fakultatif jika sewaktu-waktu diperlukan untuk menjaga penyaluran di masyarakat tetap aman,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk Provinsi Bangka Belitung Pertamina juga telah melakukan penambahan fakultatif sebanyak 3.360 tabung untuk wilayah Bangka, dan 5.040 tabung pada Kamis, 6 Febuari 2025.
“Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan LPG subsidi, sesuai dengan peruntukannya. Jika menemukan harga yang tidak sesuai HET atau kendala distribusi, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Call Center (PCC) 135,” tuturnya.
Sementara itu, beberapa pemilik pangkalan dan sub pangkalan LPG di wilayah Sumbagsel juga telah memastikan distribusi sudah berjalan normal dan masyarakat tidak perlu panik buying untuk mendapatkan LPG subsidi.
“Alhamdulillah saat ini, kondisi pangkalan sudah stabil untuk masyarakat bisa mendapatkan LPG 3 kg sesuai kebutuhan, serta kami juga terus menerapkan sistem pencatatan KTP agar penyalurannya dapat diterima oleh masyarakat yang berhak dan tepat sasaran,” jelas Agnez, salah satu pemilik pangkalan LPG di Kecamatan Bukit Besar, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Sebagai bagian dari optimalisasi distribusi, Pertamina juga mengandalkan sub pangkalan LPG yang berfungsi untuk mendukung kelancaran distribusi dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan LPG 3 kg.
Agnez menjelaskan, sub pangkalan ini merupakan warung kelontong atau pengecer LPG yang sebelumnya terdaftar di Merchant Apps Pertamina (MAP) sebagai pengecer dan kini beralih menjadi sub pangkalan.
Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mengoptimalkan peran pengecer dalam distribusi LPG, ia mengatakan masyarakat di daerah dapat memperoleh LPG 3 kg dengan lebih mudah dan sesuai dengan peruntukannya.
Melalui peran sub pangkalan, salah satu pemilik sub pangkalan Warung Hendra di Kecamatan Kedamaian, Provinsi Bandar Lampung turut merasakan kelancaran distribusi LPG 3 kg.
Ia juga mengungkapkan bahwa pasokan sudah kembali stabil sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.
“Sekarang distribusinya sudah kembali lancar dari pangkalan. Kami akan terus siap berupaya agar LPG terus tersedia agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. ( Red )
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Babel






























