BANGKA BARAT — Perairan di sekitar Kecamatan Mentok akan dikosongkan dari aktivitas penambangan. Hal ini telah disepakati PT Timah dengan Forkopimda Bangka Barat dari rapat yang digelar pada Jum’at ( 30/1 ) lalu.
Menurut Bupati Bangka Barat Markus, kawasan zero tambang tersebut dimulai dari tempat wisata Batu Rakit sampai perairan dekat pemukiman warga Tanjung Laut di depan Pos AL dan Mako Polairud, Kelurahan Tanjung.
“Jadi sepakatnya ( penambangan) tidak ada di situ. Begitu juga di perairan Mentok, di daerah Tanjung, daerah yang dekat Petak 15, PT Timah akan mencabut SPK-nya,” kata Markus, Sabtu ( 31/1 ).
“Jadi nanti kalau pun ada pengoperasian baik PIP maupun KIP akan diberitahukan ke pemerintah daerah dan Forkopimda, begitu juga sampai ke camat. Jadi tahu mana yang ada SPK, mana yang tidak,” imbuh dia.
Pihaknya kata Markus meminta PT Timah untuk mengawasi mitra – mitra kerjanya karena aktivitas tambang di perairan tersebut selalu menjadi keluhan warga yang merasa terganggu.
“Kita ini kan menghindari adanya gejolak sosial di masyarakat. Kita tahu sama-sama dalam praktek pertambangan ini tidak semua masyarakat setuju kan. Jadi kita berharap ada win win solution, jad PT Timah sudah sepakatlah dengan Forkopimda kita bahwa di daerah tersebut tidak ada penambangan,” jelas Markus.
“Nanti kalau ada kita akan awasi. Ini kan komitmen dari PT. Timah yang sudah kita sepakati kemarin di rapat pada Jumat kemarin,” sambung dia. ( SK )
Perairan Mentok akan Dikosongkan dari Kegiatan Penambangan






























