Pengamanan Arus Balik, Polres Bangka Barat Perpanjang Operasi Ketupat Menumbing 2026

BANGKA BARAT — Operasi Ketupat Menumbing 2026 yang digelar Polres Bangka Barat selama 13 hari, menitikberatkan perhatian pengamanan pada Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok yang menjadi pintu gerbang keluar masuk penumpang arus mudik lebaran.

Kapolres Bangka Barat AKBP Aditya Pradana Nugraha mengatakan, Operasi Ketupat yang digelar sejak tanggal 13 – 25 Maret diperpanjang lagi sampai 30 Maret karena masih ada arus balik dari Pelabuhan Tanjung Api Api, Sumatera Selatan.

“Kemarin beberapa proyeksi kita terkait dengan peningkatan arus balik tanggal 24-25 Maret 2026 dan yang kedua nanti dalam beberapa hari ke depan yang ini kemungkinan di tanggal 28-29 Maret 2026,” kata Pradana pada konferensi pers di Mako Polres, Jum’at ( 27/3/2026 ).

Menurut Pradana berdasarkan data manifest selama periode 13 hingga 25 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjungkalian Mentok menuju Tanjung Api-Api sangat tinggi.

Dia merinci jumlah penumpang yang berangkat tercatat mencapai 32.315 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang yang datang, yakni 10.485 orang.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa arus mudik lebih dominan dibandingkan arus balik selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung,” ujar Pradana.

Selain penumpang, pergerakan kendaraan juga membludak, khususnya pada masa puncak mudik. Kendaraan roda dua yang berangkat mencapai 3.026 unit, sedangkan roda empat sebanyak 4.697 unit.

Sementara kendaraan besar seperti roda enam hingga tronton juga tergolong tinggi meski tidak signifikan.

Kapolres menjelaskan, lonjakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan jasa penyeberangan kapal ferry selama momen lebaran, ditambah keterbatasan armada kapal dan dermaga yang tersedia.

“Data ini menunjukkan adanya lonjakan penumpang pada arus mudik. Hal ini berdampak pada kepadatan di Pelabuhan Tanjung Kalian, namun dapat diantisipasi dengan pengaturan yang kami lakukan bersama instansi terkait,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Polres Bangka Barat menerapkan sistem penampungan kendaraan sebelum masuk ke area pelabuhan guna memastikan antrean berjalan sesuai jadwal tiket.

Kasus laka lantas selama Operasi Ketupat kata Pradana terbilang kecil, hanya tiga kasus.

“Tahun 2025 lalu ada dua kasus, tahun ini tiga kasus, bertambah satu kasus saja,” ujarnya.

Namun angka tersebut tentu harus ditekan lagi agar tidak ada lagi kasus laka lantas yang diduga dipicu faktor kelelahan pengendara yang menempuh perjalanan jauh dan antre terlalu lama.

Untuk itu Polres Bangka Barat telah menyiapkan rest area di Pelabuhan Tanjung Kalian untuk tempat istirahat pengendara yang kelelahan.

“Kami himbau asyarakat kita yang harus balik tadi begitu setiba di Tanjung Kalian kemudian melanjutkan perjalanan di mana memang kondisinya kurang fit, bisa menggunakan rest area yang berada di area pelabuhan,” kata Pradana.

Polres Bangka Barat juga melaksanakan terobosan, berpatroli memantau rumah – rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Kapolres menambahkan, secara keseluruhan Operasi Ketupat 2026 berjalan aman dan kondusif, dengan fokus utama pada pelayanan masyarakat serta kelancaran arus mudik dan balik di wilayah Bangka Barat. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *