Pemkab Basel Kucur Anggaran Miliaran untuk Tata Kota Toboali

Bangka Selatan — Proyek pembangunan untuk penataan wajah kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) tahun 2022 hingga miliaran rupiah.

Tujuan utamanya agar wajah kota Toboali terlihat semakin mempesona layaknya Negeri Beribu Pesona.

Karena itu, Bupati Basel Riza Herdavid dengan didampingi Sekretaris Daerah Eddy Supriadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRHub) Achmad Ansyori, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hasbi, Camat Toboali Ansyori beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah lainnya, turun ke lapangan melakukan Inspeksi mendadak ke titik lokasi pengerjaan proyek.

Meliputi proyek Tugu Adipura di Simpang Ghesos dan proyek Tugu Lada di Simpang Lima Toboali, serta pedestrian jalan di beberapa titik hingga menuju kawasan Gedung Nasional (Genas) Toboali, Rabu (7/12) petang.

Menurut Bupati Riza, laporan yang diterimanya terkait progres pengerjaan yang disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, bahwa kegiatan proyek pembangunan penataan wajah kota Toboali progresnya masih sesuai dengan jadwal dan dipastikan pengerjaannya selesai sebelum akhir tahun 2022.

“Ini kita sama – sama melihat dengan turun langsung ke lapangan, bahwa progresnya itu masih sesuai jadwal dan kita pastikan selesai sebelum akhir tahun 2022,” kata Riza, sapaan akrabnya.

Dijelaskan Riza, anggaran yang dialokasikan untuk penataan wajah kota Toboali terbilang sangat fantastis hingga miliaran rupiah bersumber dari APBD.

Anggaran untuk pembangunan Tugu Adipura senilai Rp486.200.000, begitu juga dengan anggaran untuk pedestrian jalan dan termasuk di dalamnya itu Tugu Lada senilai Rp3.266.876.000.00.

“Percuma saja kita alokasikan anggaran begitu besar kalau tidak ada perkembangannya. Karena itu, harus kita kawal bersama agar pengerjaan selesai tepat pada waktunya. Mengingat waktu terus berjalan dan tahun 2022 akan berakhir,” ujar Riza.

Diakui Riza, kalau dilihat secara fisik progres pembangunannya sangat baik, meskipun ada beberapa yang masih kurang, lantaran materialnya masih dalam proses pengiriman dari luar daerah.

“Fisik semuanya terlihat sudah oke. Masih tinggal beberapa item saja yang belum terpasang karena masih menunggu kiriman materialnya dari luar daerah. Ini kita minta kepada pihak kontraktor untuk segera menyelesaikannya sebelum tahun 2022 berakhir,” jelas Riza.

Riza mengingatkan, bila tidak selesai pengerjaannya hingga batas waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja, maka konsekuensinya perusahaan yang mengerjakan tersebut masuk dalam daftar hitam atau blacklist.

“Kita tidak main – main dalam hal ini, karena kita ingin perubahan, kita ingin membangun, menata wajah kota Toboali agar terlihat semakin mempesona sesuai dengan harapan masyarakat. Kalau tidak selesai pengerjaannya tentu ada konsekuensinya,” tegas Riza. ( Red )


Link sumber:
babelhebat.com
Cyber Media Network

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *