PT TIMAH Dukung Gerakan GEMPITA MAS di Bangka

HEADLINE47 Dilihat

BANGKA — Sampah bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Semangat inilah yang diusung dalam peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah GEMPITA MAS (Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah) di Terminal Bayangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/11/2026).

Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bangka dan masyarakat, PT TIMAH (Persero) Tbk mendorong pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Upaya ini dilakukan untuk membangun kebiasaan memilah sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PT TIMAH menyerahkan bantuan CSR kepada RT 004 Lingkungan Cokro, Sungailiat, berupa sarana pengelolaan sampah. Bantuan tersebut meliputi drop box sampah terpilah, komposter aerob, alat pres botol dan kaleng, serta set display untuk alat pres dan drop box sampah terpilah.

Tak hanya menyasar lingkungan permukiman, PT TIMAH juga memperkuat kolaborasi dengan kelompok masyarakat melalui penyerahan bantuan CSR kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras untuk mendukung program pengelolaan persampahan melalui inovasi SI-KOMPOS.

Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Ekonomi, Dian Firmandi, menyampaikan bahwa GEMPITA MAS merupakan salah satu upaya bersama dalam mengatasi persoalan persampahan di Kabupaten Bangka, khususnya melalui pengurangan sampah dari sumbernya.

Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengelola sampah organik secara sederhana, serta menyalurkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi melalui program Sedekah Sampah maupun jejaring pemanfaatan lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Bangka berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan bahwa GEMPITA MAS mengajak masyarakat menerapkan prinsip pilah, olah, dan jual dalam pengelolaan sampah.

Ia mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang turut membantu penyediaan sarana pengelolaan sampah bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

“Semoga program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lainnya di Kabupaten Bangka,” harapnya.

Ketua RT 004 Lingkungan Cokro, Rizal, mengatakan bahwa selama ini penanganan sampah masih cenderung berfokus pada pembersihan setelah sampah mencemari lingkungan. Padahal, persoalan sampah perlu diselesaikan sejak dari sumbernya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kesadaran, fasilitas, dan sistem pengelolaan yang dapat mendorong warga untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Kami berharap gerakan ini bukan hanya dimulai di sini, tetapi menjadi momentum kebangkitan untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. Paradigma masyarakat harus berubah. Bukan lagi sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi sampah dipilah, diolah, jadi rupiah,” ujarnya.

Rizal menyampaikan terima kasih kepada PT TIMAH dan Pemerintah Kabupaten Bangka yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada masyarakat RT 004 Cokro untuk memulai gerakan tersebut.

Ia berharap RT 004 dapat menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah
berbasis masyarakat. Warga nantinya didorong mengolah berbagai jenis sampah, seperti kantong plastik dan tutup botol, menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Division Head of Engineering PT TIMAH (Persero) Tbk, M. Ihsan, mengatakan perusahaan menyambut baik gerakan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka bersama masyarakat tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan sinergi dan keterlibatan masyarakat secara langsung. PT TIMAH juga berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia mencontohkan program Sedekah Sampah yang telah berjalan di Masjid Al-Husna, Kampung Jawa, Lingkungan Sidodadi, Sungailiat. Melalui program tersebut, sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat memberikan manfaat sosial, salah satunya mendukung pemberian beasiswa kepada sekitar 20 anak.

“Ini menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kami berharap program seperti ini terus berkembang. Bahkan, PT TIMAH juga berencana menyedekahkan sampah dari lingkungan kantor untuk mendukung program Sedekah Sampah di Masjid Al-Husna,” ucapnya dalam sambutan.

Melalui program ini, PT TIMAH berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. Dengan memilah dan mengelola sampah secara tepat, masyarakat tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan manfaat sosial bagi sesama. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *