Kisah Pempek Udang Ak Leho yang Semakin Populer, Termotivasi Setelah Dapat Dukungan PT Timah

HEADLINE, RAGAM366 Dilihat

BANGKA BARAT – Pempek udang merupakan salah satu kuliner khas Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Salah satu merek yang paling terkenal adalah Ak Leho. Usaha pempek udang Ak Leho dimulai oleh Mersi dan rekan-rekannya di Desa Belo Laut dan terus berkembang dengan dukungan dari PT Timah.

Mersi berbagi kisahnya. Awalnya mereka hanya membuat pempek udang dalam skala kecil untuk keluarga dan tetangga. Namun, seiring waktu, pesanan mulai berdatangan.

Usaha yang telah berjalan selama beberapa tahun ini menghadapi tantangan di bidang pemasaran, peralatan dan kapasitas produksi yang terbatas.

“Sebelumnya kami berkeliling menawarkan pempek ke kantor-kantor pemerintah, dan produksi masih dalam skala kecil. Sekarang, Alhamdulillah, dengan dukungan dari PT Timah, semuanya mulai berkembang,”kata Mersi.

Dengan bantuan PT Timah, mereka merasa memiliki harapan dan motivasi baru untuk terus mengembangkan usaha mereka. PT Timah bahkan membantu mempromosikan produk mereka.

“Sebelumnya kami hanya membuat pempek ketika ingin menjual. Sekarang berbeda. Kami termotivasi karena ada pesanan yang hampir selalu masuk, termasuk dari PT Timah yang sering membeli produk kami. Jadi kami merasa didukung dan lebih bersemangat, bukan hanya menerima bantuan,” tambahnya.

Pada hari biasa, mereka dapat memproduksi ratusan buah pempek udang menggunakan sekitar 20-30 kg ikan per hari. Jumlah ini dapat meningkat selama hari libur seperti Idul Fitri karena permintaan yang lebih tinggi.

Menurut Mersi, PT Timah telah memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan usaha mereka, menyediakan peralatan seperti freezer, mesin penggiling, alat pengemas vakum, rumah produksi, dan dukungan pemasaran.

“Alhamdulillah, dengan bantuan PT Timah, kami dapat memproduksi lebih banyak karena sekarang kami memiliki freezer untuk menyimpan bahan baku,” tuturnya.

“Sebelumnya, produksi kami tergantung pada ketersediaan bahan baku. Sekarang, jika musim udang, kami dapat membeli dalam jumlah besar dan menyimpannya, sehingga kami dapat membuat pempek setiap hari bahkan ketika udang langka,” jelasnya.

Hari ini, usaha pempek udang mereka tidak hanya terus berkembang tetapi juga memberikan peluang kerja bagi perempuan di daerah tersebut, membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Ketika kami membeli udang dalam jumlah besar, kami melibatkan perempuan lokal untuk membantu mengupasnya. Jadi selain anggota kelompok kami, anggota masyarakat lain juga mendapatkan manfaat dari usaha ini,” kata Mersi.

Mersi mengakui masih ada tantangan, seperti ketersediaan bahan baku dan pemasaran yang belum optimal. Namun, hambatan-hambatan ini terus mendorong mereka untuk terus meningkatkan.

“Kami dapat merasakan perbedaan nyata dalam usaha kami sebelum dan sesudah menerima bantuan dari PT Timah. Kami lebih termotivasi sekarang karena kami memiliki tanggung jawab—untuk tumbuh dan menghasilkan pendapatan bagi kami, perempuan di sini,”katanya.

Melihat ke depan, Mersi berharap PT Timah akan terus mendukung dan membimbing usaha mereka, sehingga pempek udang Ak Leho dapat berkembang dan membawa lebih banyak manfaat bagi masyarakat. ( * )


Sumber: timah.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *