BANGKA – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang nelayan bernama Maskub Harianto (42) yang dilaporkan mengalami sakit mendadak saat tengah melaut di perairan Pantai Matras, Kabupaten Bangka, pada Selasa (30/12).
Evakuasi berlangsung dramatis lantaran tim harus menembus cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Peristiwa bermula saat Maskub Harianto, warga Parit Pekir, Sungailiat, berangkat memancing dari Pelabuhan Jelitik pada Sabtu, 27 Desember menggunakan KM Doa Ibu. Korban sedianya menuju area fishing ground di Karang Joni untuk mencari ikan.
Namun, pada Selasa pagi pukul 08.20 WIB, Maskub menghubungi istrinya melalui telepon seluler. Ia mengabarkan bahwa kondisinya sedang sakit dan mesin kapalnya tidak dapat dihidupkan saat berada di depan perairan Matras.
“Mendapati laporan tersebut, pihak keluarga segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang untuk meminta bantuan, ” kata Kakansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika.
Menerima informasi tersebut, Kakansar Pangkalpinang segera memberangkatkan satu tim rescue menggunakan kapal cepat RBB (Rigid Buoyancy Boat) menuju koordinat 1°42’58.40″S 106°14’28.21″E.
Upaya pencarian memakan waktu sekitar empat jam. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Tim Medis Balai Kekarantinaan Kesehatan, Satpolair Polres Bangka, SAR Brimob, BPBD Bangka, serta pihak keluarga, harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Kondisi cuaca buruk disertai gelombang besar menjadi tantangan utama tim di lapangan untuk menemukan posisi pasti kapal korban,” ujar Mikel.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kapal korban akhirnya ditemukan dalam kondisi lego jangkar di perairan Matras. Korban yang ditemukan dalam keadaan lemas langsung dievakuasi ke atas RBB Basarnas untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Berdasarkan pemeriksaan fisik oleh Tim Medis Balai Kekarantinaan Kesehatan, korban diketahui mengalami sesak napas.
“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami sesak napas akibat mabuk laut yang menyebabkan sistem imunnya menurun drastis. Tim medis telah memberikan bantuan oksigen untuk menstabilkan pernapasan korban,” terang Mikel.
Setelah kondisi dipastikan stabil, Maskub dibawa menuju Pelabuhan Muara Jelitik menggunakan RBB Basarnas untuk diserahkan kembali kepada keluarganya.
Sementara itu, pihak keluarga korban membantu memperbaiki mesin kapal agar bisa dibawa kembali ke daratan.
Mikel menyampaikan apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bersinergi dalam evakuasi ini. Kami terus mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat agar segera menghubungi call center 115,” tutup Mikel. ( Red )
Kendala Cuaca Buruk, Tim SAR Gabungan Selamatkan Nelayan Sakit di Perairan Matras





























