Bupati Babar Buka TMMD ke – 110, Sasarannya Mendukung KEK Tanjung Ular

Muntok — Bupati Bangka Barat, Markus secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) ke – 110 di Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat di Kompleks Perkantoran Terpadu di Desa Belo Laut, Selasa ( 2/3 ) pagi.

Acara dihadiri Dandrem 045 Garuda Jaya, Brigjen TNI M Jangkung Widyanto, Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, Kapolres AKBP Fedriansah, unsur Forkompinda serta tamu undangan lainnya.

Menurut Markus, TMMD mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

TMMD ke -110 tahun ini merupakan hasil koordinasi Pemda Bangka Barat dengan Kodim 0431/BB yang disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RT/RW ) Kabupaten Bangka Barat, guna mendukung percepatan rencana strategis nasional pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) dan Kawasan Industri Pelabuhan Terpadu Tanjung Ular.

” Hal itu harus didukung oleh sarana dan prasarana lain yang memadai. Sejalan dengan TMMD menitik beratkan kepada pembangunan akses jalan baru menuju Tanjung Ular dengan panjang kurang lebih 13,8 kilometer dengan melewati Desa Air Limau, Air Belo dan Air Putih,” kata Markus dalam sambutannya.

Dikatakannya, pembangunan akses jalan tersebut merupakan langkah yang baik dengan harapan dapat mengangkat dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian, khususnya bagi masyarakat sekitarnya dan Bangka Barat pada umumnya.

” Saya berharap kepada masyarakat yang daerahnya menjadi bagian dari kegiatan ini agar dapat berpartisipasi dan mendukung sepenuhnya sehingga dapat berjalan dengan baik, dan apa yang telah dihasilkan dalam program TMMD ini dapat dimanfaatkan dan kita jaga demi kepentingan bersama,” tutupnya.

Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa selaku
Komandan Satgas TMMD ke – 110, dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah memulai membuka bahu jalan sepanjang 13,3 kilometer yang menghubungkan Tanjung Ular, Desa Air Putih dengan Desa Air Limau dan lapangan volli.

Rencana kegiatan lain yaitu renovasi Rumah Tidak Layak Huni serta kegiatan non fisik seperti penyuluhan hukum, Kamtibmas, kenakalan remaja, penyuluhan Covid-19, stunting, posyandu, KB kesehatan dan penyakit tidak menular.

” Jumlah personel yang diturunkan 110 orang terdiri dari Dansatgas dan staf 15 orang, Tim Asistensi atau penyuluh 25 orang, SSK 110 personel, Satuan Setingkat Kompi ( SSK ) 110 orang, total 150 orang. Total anggaran Rp. 2, 879 milyar,” jelasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: