BANGKA BARAT — Pengurus PMI Bangka Barat dibawah komando ketua yang baru dr. Yovita Metkono melakukan audiensi dengan Bupati Markus, Rabu ( 8/10/2025 ).
Usai audiensi di ruang kerja bupati, Yovita mengatakan pihaknya memaparkan program kerja PMI kepada Markus karena banyak program yang membutuhkan kolaborasi dengan pemda.
“Banyak program kerja yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Bangka Barat dan butuh kebijakan-kebijakan dari pimpinan daerah untuk bisa melancarkan program kerja tersebut,” terang Yovita.
Salah satu program prioritas PMI Bangka Barat yaitu membentuk unit donor darah yang standar berizin dan terintegrasi. Sebab menurut Yovita, selama ini pada saat diserahterimakan dari pengurus lama, ternyata PMI belum punya unit donor darah yang standar dan terintegrasi.
Hal itu kata mantan Direktur RSBT Mentok ini, menjadi pekerjaan rumah pengurus baru untuk diselesaikan.
Yovita mengatakan tujuan dibentuknya unit donor darah yang terintegrasi, PMI bisa memenuhi kebutuhan stok darah masyarakat, apalagi nanti di akhir tahun trend penyakit DBD diperkirakan meningkat, maka kebutuhan darah pasti akan meningkat pula.
“Selama ini kan kita lihat nyari darahnya susah ya sampai ke facebook dan lain-lain ke status dan lain-lain dan itu pun susah didapatkan,” ujarnya.
“Kalau misalnya sudah ada unit donor darah maka darahnya akan distok, ada stoknya. Jadi permintaannya kebutuhannya akan bisa terpenuhi,” kata dia menambahkan.
Kendati untuk membentuk unit donor darah banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Yovita menegaskan pihaknya akan tetap berupaya merealisasikan program tersebut. Dia pun meminta masyarakat untuk bersabar.
Namun sembari mengejar target pembentukan unit donor darah, Yovita sudah menyiapkan program jangka pendek untuk mengatasi kebutuhan darah masyarakat.
“Nantinya sambil berjalan untuk membuat unit darah kami akan membuat database pendonor terintegrasi dari desa, kelurahan, kecamatan yang terintegrasi PMI sebagai koordinatornya,” terang dia.
Sehingga nanti ketika masyarakat membutuhjan darah tinggal menelpon PMI dan pihaknya yang akan mencari darah yang dibutuhkan.
“Kita sedang menggodoknya, ketika sudah siap kami akan sampaikan dan kami akan umumkan kepada masyarakat kita,” tutup Yovita. ( SK )
Bentuk Unit Donor Darah, PMI Bangka Barat Siap Atasi Krisis Darah






























