3 Pekerja Tambang di Tempilang Tewas Tertimbun Tanah Longsor, 1 Korban Belum Ditemukan

HEADLINE, Peristiwa563 Dilihat

BANGKA BARAT — Kecelakaan tambang menelan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini 3 pekerja tambang tewas tertimbun tanah longsor di lokasi tambang rakyat TK 2367, Lemba Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat ( 22/8/2025 ) siang.

Peristiwa bermula saat alat berat jenis ekskavator sedang beroperasi bersama para pekerja. Tiba-tiba tanah tinggi di depan alat berat itu longsor dan menimbun dua orang pekerja.

Tak berselang lama, longsor susulan terjadi dan menimpa operator ekskavator hingga ikut tertimbun.

Dua korban telah berhasil ditemukan, yaitu Ferdi, warga Gang Rasyid Desa Tempilang serta Dandi, warga Desa Air Lintang.

Keduanya dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Asmadi, warga Dusun Kelekak Kabung, Desa Benteng Kota, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha menegaskan, kepolisian akan segera memanggil pihak-pihak terkait, terutama pemilik tambang, untuk dimintai keterangan terkait standar keselamatan kerja yang diterapkan dalam aktivitas penambangan tersebut.

Dalam kegiatan penanganan di lokasi, Polres Bangka Barat menerjunkan tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Fajar Riansyah, bersama personel dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim.

Mereka melakukan olah TKP, evakuasi korban, serta mengumpulkan bukti-bukti awal dan keterangan dari para saksi di lapangan.

“Kami akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik tambang maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pengoperasian tambang tersebut,” kata Kapolres.

“Fokus kami adalah mendalami bagaimana standar keselamatan kerja diterapkan di lapangan. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,”sambungnya.

Jajaran Polsek Tempilang telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Proses penyelidikan sedang berjalan dan akan dikembangkan lebih lanjut.

“Kami tidak hanya fokus pada penanganan kejadian, tapi juga akan memastikan ada atau tidaknya kelalaian yang menyebabkan korban jiwa. Bila ditemukan unsur pelanggaran, akan kami proses sesuai hukum,” tegas Pradana.

Proses pencarian korban ketiga masih berlangsung hingga saat ini. Polres Bangka Barat juga mengimbau kepada para pelaku usaha tambang untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dalam setiap aktivitas penambangan. ( Red )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *