Pelabuhan Tanjung Kalian Rawan Penyelundupan? Kapolres dan Pemda Komentar Begini

HEADLINE, HUKRIM686 Dilihat

BANGKA BARAT — Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat lagi – lagi jadi sorotan karena terungkapnya kasus penyelundupan skala besar untuk kesekian kalinya di pelabuhan milik PT ASDP itu.

Baru – baru ini Polres Bangka Barat kembali menangkap pelaku penyelundupan 81 balok timah menggunakan bus penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian. Modusnya, balok timah disembunyikan di jok bangku penumpang.

Sebelumnya penyelundupan balok timah yang dikemas di dalam fiber menggunakan truk juga berhasil diungkap Polda Babel di pelabuhan yang sama. 


Bahkan kasus – kasus lainnya seperti upaya penyelundupan narkoba bahkan mayat, sudah pernah diungkap polisi di pelabuhan tersebut.

Terungkapnya kasus – kasus tersebut mengindikasikan longgarnya pengamanan di pelabuhan, sehingga para pelaku kejahatan berani menyeberangkan barang – barang ilegal dengan berbagai modus.

Apa upaya kepolisian dan Pemda setempat untuk memperketat pengamanan di Pelabuhan Tanjung Kalian?

Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah mengatakan, hal itu sudah pernah dia lontarkan kepada Bupati Sukirman dan Wakil Bupati Bong Ming Ming, bahkan ke Pemprov Bangka Belitung.

“Saya sampaikan kita di Tanjung Kalian sudah saatnya, sudah urgent kita membutuhkan alat pendeteksi,” ujar Ade saat konferensi pers di Kantor Sat Lantas di Kecamatan Mentok, Selasa ( 31/12/2024 ) malam.

Ade menegaskan, Pelabuhan Tanjung Kalian harus memiliki alat pendeteksi karena di tahun 2024, rentetan kasus para pelaku meloloskan barang – barang ilegal terjadi di pelabuhan itu.

“Ini mudah – mudahan dengan adanya pertanyaan ini dan konferensi pers ini mohon kepada Pemda untuk bisa menindaklanjuti,” kata Ade.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Safrizal mewakili Pemda Bangka Barat mengakui, sebagai pintu gerbang penyeberangan dari Palembang, Pelabuhan Tanjung Kalian menjadi hal yang dilematis bagi Pemda Bangka Barat.

“Karena salah satunya pelabuhan itu punya otonomi sendiri. Ini yang menjadi salah satu kelemahan kita,” kata Safrizal yang turut hadir di konferensi pers akhir tahun di Kantor Sat Lantas.

Menurut dia pengetatan pengawasan di Tanjung Kalian sudah diwacanakan ke beberapa gubernur Pemprov Babel, juga di masa Erzaldi Rosman menjabat gubernur.

“Waktu itu Pak Erzaldi akan membantu alat pendeteksi seperti di bandara. Cuma memang alur keluar masuk kalau kita lihat di pelabuhan itu masih banyak lobang – lobang tikus yang memungkinkan orang untuk bebas melakukan angkat barang,” kata Safrizal.

“Apalagi jika barangnya sudah masuk ke dalam truk atau bus,” imbuhnya.

Namun tentang perihal yang disampaikan oleh Ade Zamrah, Safrizal mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak KSOP dan PT ASDP terkait teknologi yang bisa mendeteksi tanpa bongkar barang.

“Seperti kontainer tidak perlu main bongkar langsung bisa terdeteksi. Mungkin nanti kita akan koordinasi lebih lanjut dengan KSOP maupun yang di pelabuhan,” tutup Safrizal. ( SK )



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *