Satu Lagi Warga Muntok Meninggal Dunia Karena Covid, Kasus Kematian Capai Angka 27 Orang

HEADLINE, KESEHATAN355 Dilihat

Muntok — Tim BPBD dan Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat kembali memakamkan satu orang pasien terkonfirmasi positif virus Corona yang meninggal dunia.

Pasien tersebut berinisial Ny. FK ( 61 ), warga Kelurahan Sungai Daeng, dimakamkan di TPU Kebun Nanas, Muntok, Senin ( 7/6 ) malam.

Almarhumah dinyatakan meninggal dunia pukul 15.23 WIB di RSUD Sejiran Setason dan dimakamkan secara protokol kesehatan.

Prosesi pemakaman dihadiri Sekretaris Satgas Covid – 19 Bangka Barat, Sidarta Gautama, Kepala Puskesmas Muntok, Harianto dan Koordinator Tim Angla Pelabuhan Tanjung Kalian, Kapten Laut Yuli Prabowo.

” Malam ini kita sudah melakukan pemakaman pasien terkonfirmasi positif berdasarkan swab antigen yang kedua dimakamkan di TPU Kebun Nanas karena yang bersangkutan warga Kelurahan Sungai Daeng,” ujar Sidarta usai pemakaman.

Menurut Sidarta, almarhumah meninggal setelah 11 hari dirawat di RSUD Sejiran Setason dan hingga tadi pagi sebelum meninggal dunia, hasil swab-nya masih positif, sehingga harus dimakamkan sesuai dengan prosedur prokes.

Hari ini saja, terdapat tiga pasien Covid yang meninggal dunia, dua orang dari Kecamatan Muntok dan seorang lainnya berasal dari Kecamatan Parittiga. Dengan penambahan tiga orang tersebut, total kasus kematian akibat Covid – 19 di Bangka Barat kata Sidarta sudah berjumlah 27 orang. Karena itu, ia menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

” Karena kasus demi kasus hari demi hari itu sangat tidak bisa kita prediksi. Kadang lonjakannya terlalu tinggi, kadang tidak ada sama sekali, tapi kita sekarang ini setiap hari rata – rata pasti menyumbangkan orang terkonfirmasi positif walaupun jumlahnya tidak sama,” tukas dia.

Kondisi kasus yang naik turun tersebut sebut Darta sangat ditentukan oleh kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Dia berharap dengan kedisiplinan masyarakat terhadap prokes, baik dalam lingkungan kerja, rumah tangga serta kelompok – kelompok sosial akan dapat menekan angka terkonfirmasi positif Covid di Bangka Barat.

” Dan otomatis akan menaikkan tingkat kesembuhan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid di Bangka Barat,” harapnya.

Diketahui, Ny. FK juga menderita penyakit penyerta ( komorbid ). Kepala Puskesmas Muntok, Harianto mengatakan, Covid – 19 sangat berbahaya jika pasien positif menderita komorbid seperti penyakit jantung, kencing manis, ginjal, hipertensi dan asma,

” Ini yang sering kali menyebabkan pasien meninggal dan tidak terkendali ketika Covid menyerang tubuhnya,” ujar Harianto. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *