60 Tukang Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Dinas PUPR Bangka Barat

Muntok — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Bangka Barat melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi Tahun 2022, di Gedung ABC Kantor Dinas PUPR Bangka Barat, Kamis ( 3/11/2022 ).

Peserta pelatihan berjumlah 60 orang yang berdomisili di Kabupaten Bangka Barat, berprofesi sebagai tukang bangunan, dengan pembagian sub-klasifikasi dan klasifikasi tukang pasang bata 30 orang dan tukang besi beton 30 orang.

Dinas PUPR Bangka Barat menghadirkan dua orang pemateri atau instruktur dan satu orang Operator (Mobile Training Unit) dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ( PUPR PRKP ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tujuan kegiatan antara lain menyediakan tenaga kerja terampil bidang konstruksi yang siap bersaing dalam dunia kerja di bidang konstruksi.

Memberi peluang kesejahteraan bagi tenaga kerja bidang konstruksi yang telah memiliki sertifikat kompetensi, dikarenakan akan mendapatkan upah yang lebih sesuai aturan yang berlaku.

“Tujuannya memang pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi kerja. Hari ini pelatihan, untuk uji kompetensinya besok, jadi kegiatan ini selama dua hari,” imbuh Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Bangka Barat Thomas Regan.

Thomas mengatakan, dengan adanya pelatihan ini kemampuan tenaga konstruksi telah teruji dan bisa dibuktikan dengan sertifikat yang telah mereka kantongi.

Dikatakannya sekarang ini masa berlaku sertifikat tersebut bukan lagi tiga tahun, tetapi lima tahun, sesuai dengan aturan baru.

Menurut Thomas, dari kegiatan ini pihaknya akan mempunyai database tenaga konstruksi yang bersertifikat. Diharapkan nantinya para peserta bisa membantu proyek PUPR Bangka Barat, terutama pekerjaan yang bersifat swakelola.

“Ataupun seandainya database-nya dibutuhkan kegiatan pemerintahan daerah, khususnya bidang PU ini kan banyak. Kebetulan ini semua tenaga lokal. Harapannya tenaganya menggunakan tenaga lokal Bangka Barat yang sudah terdata ini,” katanya.

“Alangkah baiknya semua tenaga tukang yang melaksanakan proyek di PU ini mempunyai sertifikat semua, nah ini lah cikal bakalnya. Artinya dengan database kita tahun ini 60, tahun depan nambah lagi,” lanjut dia.

Salah seorang instruktur dari Jasa Konstruksi PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Setiawan mengatakan, pada hari pertama ini para peserta diberikan pembekalan teknis untuk assessment di hari kedua besok.

Materi yang diberikan antara lain Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ), pekerjaan – pekerjaan persiapan konstruksi, pengenalan alat dan bahan, penggalian, pasangan batu bata/batako, plasteran serta pengerjaan beton.

“Nah itu kita press sampai dua belas jam full sampai besok dengan bantuan mobile training unit kita serta alat dan bahan yang nanti bisa disiapkan digunakan untuk praktek. Saya lihat mereka antusias dan saya yakin mereka pun banyak pengalaman di tukang, hanya pembekalan ini kita sifatnya berdiskusi me-refresh lagi apa yang mereka lakukan di lapangan,” terang Edi.

Dia berharap semua pengetahuan yang didapat tenaga konstruksi dari pelatihan ini bisa diterapkan dalam keseharian mereka sebagai tukang di lapangan. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *