Ini Motif 3 Kawanan Pengedar Sabu Terjun ke Bisnis Narkoba

HEADLINE, HUKRIM415 Dilihat

Muntok — Motif pelaku pengedar narkotika terjun ke dunia jual beli barang haram tersebut bermacam – macam, salah satunya seperti yang diungkapkan Agung Imam Tantowi ( 32 ), yang diringkus Tim Hantu pada Kamis ( 13/1 ) lalu.

Warga Desa Kelapa, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat ini mengaku tidak mendapatkan komisi atau upah sepeser pun dari sang bandar. Ia nekad ambil risiko hukuman penjara hanya untuk bisa menikmati sabu – sabu secara gratis.

Selain itu, Agung mengaku terjerumus ke dalam dunia narkoba karena pengaruh pertemanan. Dia mulai mengkonsumsi sabu sejak tahun 2019, walaupun sempat berhenti, namun dirinya kembali ” makai ” di tahun 2021.

” Makai lagi nggak tau lah mungkin lemah iman, terus juga karena lingkungan juga,” ujar Agung kepada Inpost saat ditemui di ruangan Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat, Rabu ( 19/1 ) sore.

Dia menuturkan, Irfan ( 21 ), warga Simpang Tempilang yang ditangkap pertama kali kerap memintanya untuk dicarikan barang. Saat digeruduk Polisi, ia menunjuk Aji Juan ( 26 ), salah satu rekannya. Nahasnya saat digeledah, ternyata Aji pun kedapatan menyimpan sabu di dalam rumahnya.

” Ditangkap pertama itu yang ngedar ( Irfan ), cuma barangnya minta cari ke saya. Lalu ku tunjukin ke Aji teman yang ketiga itu, pas ketangkap itu lagi di rumah Aji. Dapat barang Aji itu nggak tahu dari mana, ku cuma dikasih pakai aja,” kata Agung.

Kasat Narkoba Polres Bangka Barat, AKP Eddy Yuhansyah membenarkan motif ketiga pelaku berbisnis narkoba bukan untuk cari uang, tapi agar bisa mengkonsumsi sabu gratis.

” Mereka dapat sabu aja cuma dapat makai aja, jadi umpannya mereka dikasih gratis makai, mereka nggak peduli uang,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, ketiga pelaku merupakan satu komplotan pengedar sabu yang beroperasi di seputar wilayah Kecamatan Kelapa dan Desa Maras Senang. Polisi menduga, pemasok sabu untuk tiga kawanan ini berada di Pangkalpinang.

“Jadi mereka ini memang satu komplotan, mengedar sekitar Kelapa dan Maras Senang. Daerah itu komplotannya mereka, untuk pemasok barang ke mereka belum ditemukan karena di Pangkalpinang,” terang Eddy. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *