Anak Pemilik Cafe Ditusuk OTD, Pelaku Masih Diburu Polisi

HEADLINE, HUKRIM155 Dilihat

Muntok — Dua laki – laki warga Kecamatan Muntok menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di sekitar kawasan Masjid Jamik, Kelurahan Tanjung pada Sabtu ( 16/4 ) malam lalu.

Diketahui, salah seorang korban merupakan anak pemilik cafe di Kecamatan Muntok yang masih dibawah umur, mengalami luka cukup parah di perut sebelah kirinya. Sedangkan satu korban lainnya berinisial HS juga mengalami luka.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan, peristiwa penusukan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan informasi sementara yang didapat polisi, saat itu korban, anak pemilik cafe sedang mengendarai sepeda motornya melihat ada kendaraan lain yang sedang mogok, korban pun berhenti berniat hendak menolong, ironisnya korban malah ditikam sehingga mengalami luka parah.

” Korban mau nolong malah kena tikam. Harta benda tidak ada yang diambil, setelah menikam pelakunya langsung kabur,” jelas Agus di ruang kerjanya, Senin ( 18/4 ).

Agus menegaskan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku dan masih memburunya. Kapolres berharap sang pelaku bisa diamankan secepatnya.

” Pelakunya masih kita kejar, mudah – mudahan cepat tertangkap,” ujar Agus.

Terpisah, orang tua korban sang pemilik cafe mengatakan, anaknya terkena tikaman di perut sebelah kiri dan mengalami luka cukup parah.

” Lemes banget hampir mati kalau terlambat ke rumah sakit kata dokter, dan itu kurang ajar banget. Itu polisi harus usut tuntas, saya sudah lapor polisi,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, sang anak sempat dilarikan ke Puskesmas Muntok dan dirujuk ke RSUD Sejiran Setason, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bakti Wara, Pangkalpinang malam itu juga.

Orang tua korban berharap polisi dapat segera menangkap pelakunya, apalagi akibat penusukan tersebut anaknya sampai harus menjalani operasi.

” Intinya anak ku ditusuk sampe ke usus, perutnya dibongkar keadaannya lemas sekali. Sempat dilarikan ke Puskesmas, RSUD baru dirujuk ke Pangkalpinang. Yang penting kejar pelakunya. Ngomong belum bisa gara – gara lemah. Jangan sampai ada anak – anak lain juga yang mengalami,” cetus orang tua korban. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *