PT Timah Aktif Lestarikan Warisan Budaya Masyarakat Adat Mapur, Ritual Nuju Jerami

HEADLINE, RAGAM58 Dilihat

BANGKA — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan tradisi.

Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui penguatan adat istiadat dan nilai-nilai budaya lokal.

Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah keterlibatan PT TIMAH dalam perayaan ritual adat Nuju Jerami yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Mapur di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.

Puncak perayaan Nuju Jerami berlangsung di Kampung Adat Gebong Memarong pada Rabu (29 April 2026).

Ritual ini menjadi momen penting bagi masyarakat adat Mapur untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, baik padi putih maupun padi merah.

Nuju Jerami merupakan tradisi turun-temurun yang sarat kearifan lokal dan mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi ritual adat yang dipimpin oleh tetua adat Abok Usang Gedoy bersama masyarakat setempat.

Acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan budaya, termasuk tarian tradisional oleh siswa PAUD dan SD, pencak silat, dan ditutup dengan Tari Campak.

Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, menyatakan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema menjaga keseimbangan alam. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten PT TIMAH dalam melestarikan budaya Mapur.

Menurutnya, PT TIMAH tidak hanya mendukung acara adat, tetapi juga berkontribusi memperkuat kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Salah satu contohnya adalah memfasilitasi penulisan buku “Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah” pada 2021, serta memberikan pelatihan bagi UMKM dan pemandu wisata lokal.

“Dukungan PT TIMAH benar-benar memberdayakan masyarakat adat. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dalam melestarikan dan menjaga budaya kami,” ujarnya.

Bupati Bangka Fery Insani juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT TIMAH terhadap pengembangan kawasan adat.

Ia menyebut dukungan perusahaan memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui pembangunan fasilitas seperti homestay yang membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya sempat melihat bangunannya, dan sangat baik dibangun oleh PT TIMAH dan digunakan sebagai homestay. PT TIMAH juga mengembangkan komunitas ini melalui program CSR di sini. Ini sangat bagus,” kata Fery.

“Semoga PT TIMAH terus tumbuh, dekat dengan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata, sehingga ekonomi sirkular dapat berkembang,” sambungnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, yang mendorong kolaborasi berkelanjutan antara PT TIMAH dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Bangka, Ruslina, menyatakan bahwa masyarakat adat Mapur telah merasakan langsung manfaat dukungan PT TIMAH sejak awal pengembangan kampung adat.

“Dukungan PT TIMAH luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukti nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian budaya,” ujarnya.

Keberlanjutan ritual Nuju Jerami berperan penting dalam menjaga eksistensi Kampung Adat Gebong Memarong sebagai pusat pelestarian budaya Mapur.

Hingga kini, kawasan tersebut terus dikembangkan sebagai ruang edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang memperkenalkan kearifan lokal kepada khalayak yang lebih luas. ( * )




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *