Pj Gubernur Paparkan Sektor Penting Kondisi Perekonomian Babel 2024 di Kemenko

JAKARTA — Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Sugito memaparkan kondisi perekonomian dan prioritas pembangunan Bangka Belitung, saat melakukan pertemuan dengan Sesmenko Perekonomian, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Herfanbrilianto dan Sekretaris Jenderal KEK di Gedung Ali Wardana di Gedung Kemenko Bidang Perekonomian, Senin (3/2/2025).

Pada kesempatan itu, Pj Gubernur menjelaskan beberapa sektor penting terkait kondisi perekonomian di Babel pada tahun 2024, terutama peluang sektor pariwisata sebagaimana menjadi visi dalam pembangunan daerah dan Re Rencana Tata Ruang dan Wilayah ( RTRW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan sinergi pengembangan potensi dan destinasi pariwisata, termasuk KEK Tanjung Kelayang sebagai hubungan untuk mengakselerasi investasi dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional serta Destinasi Pariwisata Prioritas,” kata Sugito.

Menghadapi isu strategi yang harus diselesaikan, diuraikan bahwa Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi besar di bidang sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan dalam hal ini di dorong sektor pariwisata, kemudian pemerintah akan mencari alternatif dalam strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan pelaku usaha, sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.

“Hal yang menjadi prioritas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Babel, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang sektor pertanian, perikanan, transportasi, pariwisata dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan,”paparnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata, termasuk penyelenggaraan event daerah dan berbagai inisiatif lainnya agar dapat terintegrasi dan konstruktif, dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional. ( Red )


Sumber: Diskominfo Pemprov Babel.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *