BMM Turut Prihatin Terkait Insiden Tertembaknya Warga Desa Tugang oleh Brimob

HEADLINE, Peristiwa818 Dilihat

BANGKA BARAT — Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming turut prihatin dengan kejadian tertembaknya Beni, warga Dusun Sungkai, Desa Tugang Kecamatan Kelapa oleh anggota Brimob di perkebunan sawit PT BPL, Minggu ( 24/11 ) kemarin.

Menurut Wabup BMM, semua pihak tentu tidak berharap insiden seperti ini terjadi. Dia mengatakan, kesalahan satu atau dua orang tentu tidak bisa dikatakan sebagai kesalahan satu institusi.

“Makanya tadi saya coba turun untuk mendiskusikan dan membicarakan ini dengan masyarakat dan alhamdulillah masyarakat dalam posisi ini bersikap pro aktif,” kata BMM ditemui di rumah dinasnya, Senin ( 25/11/2024 ) sore.

BMM juga menanggapi aksi solidaritas masyarakat di Desa Berang terkait insiden yang dialami Beni, yang menuntut ada perhatian khusus untuk keluarga korban, serta menuntut anggota Brimob yang melakukan penembakan agar diproses secara hukum.

“Dan sudah kita sampaikan tadi bahwa itu semua akan diproses secara hukum yang berlaku dan secara adil,” ucap BMM.

Selanjutnya tuntunan masyarakat yang ketiga kata BMM adalah meminta pergantian manajemen di PT BPL. Pasalnya mereka menganggap pihak perusahaan sulit untuk membangun komunikasi dengan masyarakat setempat.

“Dari tiga hal ini yang sudah kita lakukan dua hal, yaitu perhatian terhadap keluarga korban, baik dari kita, dari Polres maupun dari pihak perusahaan,” katanya.

“Kedua terkait oknum Brimob yang terkesan ada melakukan kesalahan sudah diproses juga oleh Dansat Brimob secara hukum yang berlaku,” sambung BMM.

Dan tuntutan ketiga terkait pergantian manajemen PT BPL kata BMM akan dirapatkan dengan dengan masyarakat dan pihak perusahaan tanggal 29 November 2024 mendatang.

“Kita berharap keberpihakan PT BPL itu jauh lebih besar kepada masyarakat sekitar. Karena ada beberapa hal yang harus mereka lakukan yaitu CSR maupun ekonomi produktif yang menjadi kewajiban – kewajiban perusahaan,” harap BMM.

“Itu yang menurut masyarakat sampai hari ini belum maksimal. Makanya kita akan coba mendorong ini menjadi sesuatu yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

BMM menambahkan, sengaja dia memilih tanggal 29 November untuk menggelar rapat antara masyarakat, PT BPL dan Forkopimda. Alasannya karena saat ini tahapan Pilkada masih berlangsung.

“Saya khawatir ini kan masih tahapan Pilkada. Khawatir ini seakan – akan saya tunggangi untuk kepentingan politik. Saya nggak mau seperti itu, makanya saya mengambil tanggal 29 setelah proses Pilkada selesai baru melakukan itu,” tutup BMM. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *