Rustamsyah: Bencana Sosial Paling Parah, Terjadi di Lingkungan Rumah

BANGKA, HEADLINE933 Dilihat

BANGKA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rustamsyah, mengajak masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai masalah yang diakibatkan oleh bencana, terutama bencana sosial.

Legislator PDI-P ini didampingi narasumber akademisi Rio Novian Pratama, S.Kom., M.M. dan disambut baik oleh Kades Petaling Ahmad Supandi beserta puluhan Masyarakat Desa Petaling.

“Secara umum terdapat tiga bencana yang mesti diwaspadai oleh masyarakat, pertama bencana alam, kedua bencana non alam dan yang ketiga bencana sosial, ini yang paling parah yang terjadi di lingkungan (rumah) kita sendiri”, jelas
Rustamsyah saat Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Bencana Daerah, di Desa Petaling, Kabupaten Bangka, Minggu (5/11/2023).

Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penanganan Penanggulangan Bencana, yaitu untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat apabila terjadi/terkena bencana.

Menurut dia bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh fenomena alam antara lain berupa banjir, tanah longsor, kemarau/kekeringan, abrasi dan angin puting beliung.

Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam seperti gagal teknologi, perang, epidemi dan wabah penyakit.

Sedangkan bencana sosial di antaranya bisa berupa permasalahan sosial , peredaran dan kecanduan narkoba maupun perjudian online dan kecanduan main gadget atau handphone (HP), kecanduan gadget merupakan indikasi serius terhadap turunnya produktifitas.

“Sekarang ini ibu- ibu bangun tidur bukan lihat laki ada tidak tetapi langsung lihat HP, lakinya mau pergi pergilah asal HP jangan dibawa pergi. Itu masih mendingan, sekarang banyak laki-laki sering main game online (chip), itu termasuk bencana sosial”, tegasnya.

Menurutnya, penanganan dan penanggulangan bencana alam akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedangkan kalau bencana sosial yaitu Dinas Sosial.

” Jadi saya sarankan ibu-ibu, bapak-bapak, ibu-ibu jangan sering maen handphone (HP) karena permasalahan sosial itu sangat parah”, imbuhnya.

Sementara itu, Kades Petaling Ahmad Supandimenyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penyebarluasan Perda yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Babel di desanya.

” Desa Petaling terpilih juga sebagai anggota desa tangguh bencana ( Destana ). Di daerah kita ini biasanya terjadi bencana yaitu angin kencang atau puting beliung. Tahun 2022 Desa Petaling terkena puting beliung dan rumah yang terdampak puting beliung sekitar 81 rumah tangga dan mendapatkan bantuan dari Provinsi Babel melalui BPBD” , jelasnya. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *