BANGKA BARAT — Masalah stunting masih menjadi persoalan yang sedang disoroti berbagai pihak, baik Pemda Bangka Barat maupun unsur Forkopimda. Hal ini pun dibahas dalam rapat koordinasi Satgas Penurunan Stunting yang dihadiri Babinsa Koramil 431-03/Kelapa Sertu M. Yusuf di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Kelapa, Rabu ( 2/8/2023 ).
Pemda Bangka Barat sendiri
menyoroti pentingnya upaya konvergensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah stunting.
Untuk diketahui stunting merupakan kondisi pertumbuhan terhambat pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif anak.
Berbagai upaya dilakukan Pemda Bangka Barat serta Forkopimda untuk menurunkan angka stunting dengan cepat. Bahkan Kodim 0431/BB pun ikut berpartisipasi dengan cara menanam sayuran dan lain – lain di kebun Makodim di Kecamatan Mentok. Hal itu adalah salah satu upaya dalam rangka program ketahanan pangan yang sedang digaungkan pemerintah.
Selain itu peran Babinsa di tingkat desa juga tidak kalah penting dalam upaya menekan kasus stunting.
“Permasalahan stunting adalah tugas dari Babinsa sebagai aparat kewilayahan memiliki peran penting untuk terus berperan aktif dalam penggalangan kepada masyarakat untuk mengatasi masalah serius dalam kasus stunting,” kata Sertu M. Yusuf.
Sementara itu Danramil 431-03/Kelapa, Lettu Inf Aflianto memberikan sedikit tambahan informasi terkait rakor penurunan angka stunting di Kecamatan Kelapa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyingkronkan kembali data keluarga risiko stunting pada pendataan keluarga tahun 2022 yang dimungkinkan dapat terjadi perubahan pada tahun ini, dan memperhatikan dampak penyebab terjadi stunting,” ujar Danramil. ( Red )
Sumber: Pendim 0431/Bangka Barat.
Babinsa Koramil 431-03/Kelapa Ikuti Rakor Satgas Penurunan Angka Stunting






























