Janto Masih Sekeras Batu, PUPR Tuding BPN Tidak Berniat Membantu

Muntok – Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Bangka Barat masih bersikukuh tidak akan menurunkan timnya untuk mengukur tanah yang akan diganti rugi agar penilaian appraisalnya bisa segera dilakukan, saat rapat koordinasi Rencana Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tanjung Ular – Air Limau, di Ruang Rapat OR I, Kantor Bupati Bangka Barat, Kamis ( 25/2/2021 ).

Jawaban tersebut disampaikan Kepala Kantor BPN Bangka Barat, Janto ketika menanggapi pertanyaan Zulham Tardeni, PPTK Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ).

Pihak PUPR menanyakan apakah BPN sudah bisa menurunkan timnya untuk melakukan pengukuran lahan warga, sembari pihaknya melengkapi dokumen – dokumen yang masih kurang, mengingat waktu yang semakin mendesak.

” Kita akan menurunkan tim di tahap pelaksaan sesuai tahapan – tahapan yang ada. Ini adalah jawaban dari Pak Kakanwil sangat tegas dalam hal ini. Saya mohon izin menyampaikan aja, terima kasih,” tukas Janto.

Jawaban tersebut disimpulkan Zulham bahwa pihak BPN tidak ada niat untuk membantu dalam program TMMD oleh Kodim 0431 dan Pemda Bangka Barat ini.

” Jadi kesimpulan kami Kanwil BPN tidak ada niat membantu kami,” tuding Zulham.

Dilain pihak, Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah ikut urun saran ditengah buntunya jalan keluar dalam rapat tersebut.

” Mohon maaf saya agak sedikit merinding – merinding. Ini masalahnya appraisal kan, masyarakat tenang kok kita yang jadi ribut. Kita harus guyup dan kita harus bergegas. Karena ini APL, masyarakat hanya menanyakan dia punya hak untuk dapat ganti rugi. Mereka pengen dengar berapa?,” ujar Fedriansah.

Menurut Kapolres, perhitungan appraisal bisa diestimasi dengan mengacu kepada standar atau patokan yang sudah ada. Hal itu perlu dilakukan bersama – sama agar masyarakat yang menanti kepastian menjadi tenang.

” Administrasi dan yang lain tanggung jawab kita, masyarakat tenang jangan sampai gara – gara ini masyarakat jadi gejolak. Ini mau diganti apa nggak? Kok seperti dipingpong. Ini urgen karena kesepakatan kita dalam rapat ini kita mencari solusi. Kita buat estimasi yang tidak muluk – muluk, pasti ada standar patokan disitu,” ucapnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh yang memimpin rapat mengatakan, pihaknya akan segera melengkapi dokumen dan meminta BPN untuk membantu.

Menurut Soleh, Kakanwil BPN Babel menyatakan siap membantu pembukaan akses jalan tersebut saat rapat di Kantor Gubernur di Pangkalpinang, tapi kenyataannya pekerjaan ini masih tersandung di BPN.

” Bahkan menurut perkiraan saya tanggal 9 Februari sudah ada semacam pendelegasian dari Pak Kanwil ke Kantah. Harapan kita begitu, karena setelah kita rapat Pak Kakanwil bilang siap bantu. Waktu itu saya yakin sudah ada pendelegasian, tapi ternyata hari ini belum ada pendelagasian,” kata Soleh.

Sementara ini menurut Sekda, kondisi di masyarakat aman – aman saja. Bahkan mereka merasa bersyukur dengan akses jalan telah dibuka dan diganti rugi pula oleh Pemda.

” Kondisi ini masyarakat aman. Mereka bersyukur jalan dibuka dan masih diiganti rugi. Pertimbangan – pertimbangan itu membuat kita bisa melakukan kebijaksanaan. Tapi oke lah, kita memaklumi itu amanah dari Kakanwil yang disampaikan oleh Pak Janto, nanti kita kita komunikasikan lagi,” tutupnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: